Festival Seni Budaya

1. Selamat Laut

Selamat Laut merupakan upacara budaya dan kegiatan spiritual masyarakat Desa Suak Gual yang berkaitan dengan aktivitas melaut para nelayan di desa. Aktivitas tahunan yang dilaksanakan setiap musim angin barat, yakni pada bulan November di awal musim hujan, berfungsi untuk menolak bala atau hal-hal buruk yang dapat terjadi saat pergi melaut. Upacara Selamat Laut ini dipimpin langsung oleh ketua adat atau “Dukun Kampung” dan masyarakat nelayan akan membawa persyaratan upacara, yaitu Tepung Tawar yang terbuat dari beras yang telah ditumbuk halus, daun Temiang Berani, dan daun Tangga Emas.

 

Selanjutnya upacara diserahkan sepenuhnya kepada Dukun Kampung yang memimpin upacara proses pembacaan doa. Setelah pembacaan doa selesai dukun kampung beserta ketua adat menuju perahu nelayan untuk melakukan proses Ngerimbas yaitu memukulkan atau memercikkan air dari tepung tawar yang telah diberi doa dengan menggunakan daun temiang berani dan tangga emas pada perahu nelayan sebanyak tiga kali pada bagian depan perahu.

 

Ngerimbas dimulai pertama kali oleh Dukun Kampung kemudian diikuti oleh bupati, kepala desa beserta tokoh adat. Setelah selesai dilanjutkan oleh pemilik perahu untuk ngerimbas pada bagian dalam dan belakang perahu sebanyak tiga kali. Setelah proses Upacara Selamat Laut selesai, seluruh nelayan diminta untuk mengambil tepung tawar, daun temiang berani, daun tangga emas dan botol berisi air milik mereka untuk segera dilakukan Ngerimbas pada perahunya masing-masing.

2. Selamat Kampung

Sebuah perayaan tahunan yang diselenggarakan di desa sebagai bentuk wujud syukur masyarakat atas hasil panen pertanian dan perkebunan serta tangkapan laut yang melimpah. Rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan berupa pelaksanaan lomba-lomba, hiburan lokal, dan tradisi makan bersama.

3. Beruah Massal

Untuk menyambut bulan Ramadhan, masyarakat Desa Suak Gual, terutama masyarakat yang beragama Islam, melakukan kegiatan berdoa bersama di masjid setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk senantiasa mempererat tali persaudaraan antar sesama umat muslim dan mengharapkan kelancaran dalam menjalani ibadah puasa. Kegiatan ini pun diakhiri dengan kegiatan makan bedulang untuk semua masyarakat.

4. Maras Taun

Sebuah festival tahunan yang diadakan pemerintah Kecamatan Selat Nasik. Awalnya dilakukan sebagai bentuk wujud syukur masyarakat atas hasil panen tanaman padi dan perkebunan yang melimpah selama satu tahun. Seiring berjalannya waktu, kehidupan sosial ekonomi masyarakat pun berubah, namun tetap mempertahankan budaya sehingga acara Maras Taun sampai saat ini masih rutin dilaksanakan tiap tahun. Rangkaian festival ini dimulai dari tanggal 9 April, yang mana pada periode ini diisi oleh kegiatan lomba-lomba tradisional, hiburan lokal, dan tradisi memakan lepat bersama. Acara puncak dari festival ini biasa dilakukan pada tanggal 15 April.

Kontak Kami

Jl. Aik Aris RT.007 RW.002 Desa Suak Gual.
Kode Pos 33481

 087764912518
 suakgual0203@gmail.com